6 Macam Sistem Politik di Berbagai Negara

Sistem politik merupakan proses interaksi antara pemerintah dan masyarakat untuk menentukan kebaikan bersama bagi masyarakat dalam suatu wilayah tertentu.

Dalam pengertian tersebut pun secara sederhana sistem politik adalah interaksi antara masyarakat yang berkaitan dengan proses pengambilan suatu kebijakan atas asas kepentingan bersama.

Namun, berbagai negara yang ada di dunia juga memiliki sistem politik yang berbeda-beda. Berikut ini adalah macam sistem politik di berbagai negara.

1. Sistem Politik Komunis

Sistem politik yang memposisikan negara sebagai pengatur dan penguasa penuh atas segala aspek kehidupan bernegara ini disebut sebagai sistem politik komunis.

Sistem politik yang satu ini tidak hanya menguasai dan mengatur aspek politik dan ekonomi saja, melainkan kepercayaan warga serta hal-hal yang dinilai baik buruk dalam kehidupan sosial masyarakat.

Yang mencolok dalam sistem politik satu ini adalah dimana keadaan masyarakat merupakan pelayan negara yang merujuk pada rakyat yang bekerja di lembaga pemerintahan. Mereka juga diberikan beberapa tugas yang melebihi kapasitas mereka.

2. Sistem Politik Liberal

Sistem politik yang berbentuk perwaiklan demokrasi bekerja atas prinsip liberalisme untuk melindungi hak individu dengan menuangkan pada aturan ini disebut sebagai sistem politik liberal.

Ciri utama dari sistem politik liberal ini adalah dimana kekuasaan negara terletak pada parlemen dan memiliki kelebihan yaitu kemungkinan terjadinya penyalahgunaan sangat kecil.

Hal ini terjadi karena adanya kekuasaan yang tidak hanya dipegang 1 kekuasaan saja. Namun, kekurangannya adalah adanya monopoli kekuasaan oleh sekelompok pemangku kekuasaan yang bekerja sama.

3. Sistem Politik Presidensial

Sistem politik ini memisahkan antara kekuasaan legislatif dan eksekutif. Sistem kongresional ini presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Presiden adalah kekuasaan terkuat yang tidak dapat dijatuhkan oleh lembaga lainnya yang terdapat dalam pemerintahan negara tersebut.

Namun, presiden yang melakukan pelanggaran berat juga bisa dilengserkan dari kursi kekausaanya, seperti pelanggaran konstitusi, masalah kriminal, dan lainnya.

4. Sistem Politik Parlementer

Sistem politik yang menjadikan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi ini biasanya disebut sebagai sistem politik parlementer, yang dimana dalam sistem politik ini terdapat seorang presiden sebagai kepala negara serta perdana menteri sebagai kepala pemerintah.

Kelebihan dari sistem ini adalah memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap pendapat publik. Namun, kelemahannya disini adalah dimana proses pelaksanaan pemerintahan tidak stabil serta tidak ada perbedaan yang jelas antar kekuasaan.

5. Sistem Politik Otoriter

Sistem politik yang satu ini memiliki dimana segala bentuk peraturan dan kebijakan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara berasal dari satu sumber yaitu dari pemangku kekuasaan tertinggi.

Sistem ini juga biasa dikenal dengan sistem politik diktator karena dipimpin oleh seorang diktator.

6. Sistem Politik Demokrasi

Salah satu sistem politik yang diterapkan di Negara kita ini dimana memberikan hak setara kepada seluruh warga negara atau rakyatnya dalam proses pengambilan suatu keputusan atau kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama.

Rakyat berhak untuk berpartisipasi dalam mengembangkan, membuat, merumuskan, serta menentukan suatu hukum secara perwakilan.

Salah satu contohnya adalah dengan adanya wakil-wakil rakyat dalam lembaga pemerintahan yang merupakan perpanjangan tangan dari para rakyat.

Ia yang bertugas menyampaikan aspirasi rakyat dalam berbagai kegiatan pemerintahan baik bidang politik, ekonomi, sosial maupun hukum serta mengawasi jalannya pemerintahan ini adalah tugas dari seorang wakil rakyat.

Nah, itulah 6 macam sistem politik di berbagai negara yang tentunya berbeda-beda dan memiliki kelebihan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, dimanapun kita berada dan apapun sistem politiknya berusahalah untuk menaatinya.