4 Kejahatan Genosida yang Pernah Terjadi di Indonesia

Genosida adalah salah satu kejahatan yang melanggar HAM karena dilakukan untuk memusnahkan suatu kelompok tertentu atau hingga kalangan masyarakat yang luas.

Genosida berasal dari bahasa Yunani dan bahasa Latin yang dimana arti dari ‘Geni’ yang berasal dari Yunani adalah ras, sedangkan ‘Cidium’ berasal dari Latin yang berarti membunuh.

Dalam pasal 8 UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM juga disebutkan bahwa genosida adalah bentuk perbuatan dengan maksud memusnahkan atau menghancurkan sebagian kelompok.

Berikut adalah 4 contoh kejahatan genosida yang pernah terjadi di Indonesia:

1. Geger Pecinan 1740

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1740 ini terpacu oleh kebijakan keras dari Gubernur Jendral VOC pada saat itu yang bernama, Adrian Valckenier. Yang dimana Gubernur Jendral VOC pada saat itu berniat untuk mengurangi populasi Tionghoa di Batavia.

Persaingan perdagangan antara Belanda dan Inggris juga menyebabkan para imigran Tionghoa diperas serta tidak diperlakukan secara adil.

Etnis Tionghoa di Batavia pun akhirnya melakukan pemberontakan dan konfliknya semakin membesar ketika muncul bahwa maysarakat Tionghoa berencana untuk melakukan aksi brutal pada penduduk pribumi.

Isu yang muncul pun dijadikan kesempatan oleh Valckenier yang dimana ia akan memberi hadiah yang besar untuk orang yang berhasil memenggal kepala orang Tionghoa.

Pembantaian yang menewaskan lebih dari 10.000 etnis Tionghoa pun terjadi dan lebih dari 700 rumah mereka dibakar oleh VOC.

2. Genosida Pembangunan Jalan Raya Pos

Kini daerah yang dikenal dengan Jalur Pantura yang dibangun atas perintah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Herman Willem Daendels ini memiliki tragedi yang cukup sadis juga.

Pembangunan yang terjadi pada tahun 1808-1811 ini memiliki panjang pembangunan jalan Anyer-Panarukan sepanjang 1.000 km lebih.

Perintah tangan besi Daendels pun memaksa banyak pribumi untuk bekerja tanpa henti dan akhirnya menyebabkan banyak korban jiwa yang meninggal karena kurangnya pasokan makanan.

Dikuburnya para korban secara tidak layak sekaligus terkena penyakit malaria tentunya membuat penularan penyakit yang mengakibatkan semakin banyak korban jiwa berjatuhan.

3.  Peristiwa Mandor

Peristiwa yang terjadi di Mandor, Kalimantan Barat ini merupakan pembantaian tanpa batas atas etnis dan ras oleh tentara Jepang pada saat itu.

Tokkeitai atau polisi rahasia Jepang mendengar kabar bahwa akan ada rencana pemberontakan terhadap Jepang dan akhirnya rencana pemberontakan pun bangkit.

Kebencian rakyat terhadap pendudukan Jepang yang memaksa mereka bekerja tanpa henti dan tersiksa pun lahir dan telah direspon oleh pemerintah militer Jepang di Pontianak.

Kabar tersebut pun membuat tertangkapnya penguasa lokal seperti kaum terdidik, masyarakat, hingga pelajar dan mengakibatkan 21 ribu orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada September 1943 hingga awal tahun 1944 ini mengakibatkan mayat mereka dimakamkan dalam satu kuburan massal.

4. Pembantaian G30S

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 ini merupakan kasus genosida terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Ajudan dari AH Nasution dan 6 jenderal TNI AD tewas terbunuh karena peristiwa yang satu ini.

Korban yang mencapai 500 ribu jiwa yang dimana dilakukannya pembantaian terhadap orang-orang yang diduga komunis di Indonesia.

Panglima RPKAD atau nama aslinya Kopassus Sarwo Edhie Wibowo ini mendapatkan perintah dari Soeharto untuk menumpas G30S dan menyebutkan operasinya memakan korban hingga 3 juta jiwa di Jawa dan Bali.

4 kejahatan diatas benar-benar pernah terjadi dan telah masuk sejarah politik Indonesia, yang dimana tentunya kita sebagai rakyat Indonesia di abad sekarang ini jangan sampai memancing seperti kejadian-kejadian kejahatan yang pernah ada.